Penyebab dan Pengobatan Vulvovaginitis

Bagi kalian yang sudah pernah atau bahkan sedang terserang masalah kesehatan Vulvovaginitis. Disini saya akan menjelaskan bagaimana Penyebab dan Pengobatan Vulvovaginitis yang harus anda ketahui, agar dapat terhindar dan mengatasi peradangan yang terjadi pada organ intim wanita ini.

Penyebab dan Pengobatan Vulvovaginitis

Vulvovaginitis merupakan peradangan pada orgam intim wanita. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal dan penangannya juga harus disesuaikan dengan penyebabnya. Vulvoganitis bukanlah kondisi yang serius, tetapi sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu.

Vulvoganitis adalah kondisi yang cukup sering dialami oleh perempuan semua usia, mulai dari remaja, wanita dewasa, hingga yang memasuki masa menopause. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa gatal dan perih pada vagina dan bibir vagina (vulva).

Selain itu, vulvovaginitis juga bisa menyebabkan keputihan dengan bau tidak sedap, rasa perih atau terbakar pada vagina, serta pembengkakan dan kemerahan pada vagina, vulva, dan perineum (area antara vagina dan anus).

Penyebab dan Pengobatan Vulvovaginitis

Penyebab Vulvovaginitis

Dibawah ini ada beberapa hal yang dapat menyebabkan peradangan atau iritasi pada vulva dan vagina, yaitu :

  • Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis adalah salah satu penyebab vulvovaginitis yang paling banyak ditemukan. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan bakteri jahat didalam vagina yang dapat menyebabkan infeksi.

Vulvovaginitis akibat infeksi bakteri ini dapat menimbulkan gejala vagina perih dan gatal, nyeri saat buang air kecil dan berhuibungan seksual, serta keputihan berwarna kelabu dan berbau amis.

  • Infeksi Jamur Vagina

Vulvovaginitis juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur, yaitu jamur Candida Albicans. Infeksi jamur pada vagina ini umumnya ditandai dengan keputihan yang menggumpal dan bertekstur seperti keju, serta vagina dan bibir vagina yang terasa gatal dan perih.

  • Infeksi Virus

Vulvovaginitis akibat infeksi virus biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa contoh penyakit infeksi virus yang dapat menimbulkan vulvovaginitis adalah herpes kelamin dan HPV.

Pada wanita, penyakit herpes dapat menimbulkan vulvovaginitis yang ditandai dengan adanya luka dan lepuhan berisi cairan bening serta nyeri dan bengkak di area kelamin. Sementara itu, infeksi virus HPV yang menyerang are kewanitaan dapat menyebabkan tumbuhnya kutil kelamin.

  • Penyakit Menular Seksual

Salah satu penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan vulvovaginitis adalah Trikomoniasis. Penyakit ini umumnya ditandai dengan keputihan berwarna kuning kehijauan dan berbau amis, serta rasa gatal dan perit pada area vagina.

Selain trikomoniasis, Chlamydia dan Gonore juga dapat memicu peradangan pada organ intim wanita dan menimbulkan gejala keputihan yang berbau tajam serta rasa nyeri dan perih saat berhubungan intim atau buang air kecil.

  • Infeksi Parasit

Beberapa contoh infeksi parasit yang menyebabkan vagina dan vulva meradang adalah infeksi cacing kremi, kudis, dan kutu kemaluan. Gejala vulvovaginitis yang disebabkan oleh infeksi parasit ini umumnya berupa rasa gatal dan iritasi pada sekitar alat kelamin.

  • Reaksi Alergi

Iritasi dan peradangan pada vagina dan vulva juga dapat terjadi akibat paparan zat kimia seperti paraben, sodium sulfate, triclosan, dan dioxane. Zat kimia ini biasanya terdapat pada sabun mandi, detergen, sabun kewanitaan, parfum, hingga kondom.

Reaksi iritasi atau alergi terhadap benda-benda tersebut dapat membuat vulva dan vagina terasa gatal, bengkak, dan kemerahan.

Selain dari kondisi medis ditas, vulvovaginitis juga dapat terjadi pada wanita menopause dan wanita setelah melahirkan. Hal ini karena kadar hormon estrogen yang menurun pada fase tersebut.

Vulvovaginitis juga dapat terjadi karena pengaruh faktor lainnya, seperti :

  1. Membersihkan organ intim dengan cara yang tidak benar
  2. Menggunakan pakaian dalam yang bukan berbahan katun dan terlalu ketat
  3. Menggunakan pembalut atau tampon terlalu lama saat menstruasi
  4. Membiarkan are kelamin dalam keadaan lembap dan basah, seperti tidak segera berganti pakaian setelah berenang
  5. Menahan buang air kecil terlalu sering

Pengobatan dan Pencegahan Vulvovaginitis

Karena dapat disebabkan oleh banyak hal, maka dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter supaya penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat. Untuk menentukan penyebab vulvovaginitis, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan urine serta analisis cairan vagina.

Setelah penyebabnya diketahui, dokter dapat membeirkan pengobatan yang sesuai. Seperti untuk mengobati vulvovaginitis akibat infeksi bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik, sedangkan vulvovaginitis akibat infeksi jamur dapat diobati dengan obat anti jamur.

Selain itu, pada kasus vulvovaginitis yang parah, dokter mungkin akan memberikan obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan iritasi pada vulva dan vagina. Dokter juga dapat meresepkan obat antihistamin untuk mengatasi keluhan gatal pada vagina dan vulva.

Agar vulovaginitis tidak kambuh kembali, dapat melakukan beberapa langkah pencegahan dibawah ini, seperti :

  1. Menghentikan penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi, seperti sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum
  2. Membersihkan daerah kewanitaan dengan air hangat dan langsung mengeringkanya sehingga tidak lembap
  3. Membersihkan organ intim dengan cara yang benar, yaitu dari arah vagina menuju anus
  4. Menggunakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun
  5. Menghindari menggaruk bagian yang gatal karena dapat memperparah iritasi dan memicu terjadinya infeksi
  6. Menjalani perilaku seks yang aman dan sehat, yaitu dengan menggunakan kondom dan tidak berganti pasangan seksual

Vulvovaginitis umumnya dapat sembuh setelah diobati oleh dokter. Tetapi, jika tidak kunjung sembuh atau sering kambuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Diatas sudah saya tuliskan Penyebab dan Pengobatan Vulvovaginitis yang harus kalian ketahui. Semoga bermanfaat

BINTANG JAYA HERBAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat